Kurangi Asupan Santan untuk Cegah Kolesterol Tinggi

Kurangi Asupan Santan untuk Cegah Kolesterol Tinggi – Hampir semua masakan, baik sayuran maupun masakan lainnya tidak lepas dari bahan masakan yang bernama santan. Mulai sayuran ( sayur lodeh, gudeg dan lainnya), masakan Padang yang hampir semuanya menggunakan santan dan masih banyak lagi olahan makanan yang menggunakan santan.

Walaupun rasanya enak untuk dinikmati, namun konsumsi makanan yang banyak mengandung santan tidak baik bagi kesehatan tubuh. Santan banyak mengandung kolesterol jahat ( LDL ) yang berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebih. Tak heran jika selesai menikmati masakan yang bersantan, banyak orang yang merasakan kolesterol menjadi naik dengan ditandai rasa pusing dan sakit pada beberapa anggota badan. Saat ini banyak orang mengkonsumsi obat kolesterol untuk mengurangi kadar kolesterol jika dirasakan sedang naik.

Kandungan minyak pada santan bisa berdampak pada penyempitan pembuluh darah dan bisa memicu penyakit jantung dan stroke. Kolesterol dan darah tinggi juga bisa meningkat kadarnya jika terlalu banyak konsumsi santan.

Obat kolesterol yang berbahan kimia hendaknya bisa dikurangi kalau perlu dihindari. Efek samping dari konsumsi obat-obatan yang berbahan kimia akan merugikan organ tubuh lain jika dikonsumsi dalam waktu lama. Obat kolesterol berbahan herbal sebaiknya dikonsumsi untuk menurunkan kolesterol maupun mencegah penyakit lainnya.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur serta makanan yang banyak mengandung serat. Makanan yang banyak mengandung serat bisa menyerap kolesterol dalam darah. Kurangi penggunaan santan apalagi santan dalam kemasan karena bisa jadi mengandung bahan kimia untuk membuat bahan makanan tersebut tahahn lama.

Olah raga yang cukup, tidur yang cukup dan pola makan yang sehat akan menghindari anda dari berbagai macam penyakit, termasuk sakit kolesterol. Konsumsi obat kolesterol herbal dan sering mengunjungi puskemas atau rumah sakit untuk cek kolesterol secara berkala, akan menjaga kondisi kesehatan kita menjadi lebih baik.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *