Cara Merawat Anak yang Mengalami Sariawan

Kasus sariawan yang dialami sekitar satu dari lima orang dianggap mengganggu aktivitas, seperti makan, minum, dan menyikat gigi akan terasa sakit. Sariawan yang dikenal sebagai ulkus aphthous (aphthous ulcers) berupa luka kecil yang bisa terjadi di dalam pipi dan bibir, di dasar gusi atau di bawah lidah.

Sariawan di mulut dapat terjadi karena tidak disengaja menggigit bagian dalam bibir atau menyikat gigi terlalu keras. Bahkan stres bisa menjadi faktor penyebab sariawan.

Dilansir dari laman Kids Health, Selasa (17/1/2017), anak-anak muda usia remaja dan awal dua puluhan tampak paling sering terkena sariawan. Bagi individu remaja dan dewasa tentunya mampu merawat diri sendiri saat mengalami sariawan. Namun, bagaimana cara mengobati anak-anak yang terkena sariawan?

Anda harus memerhatikan tanda sariawan biasanya muncul berbentuk bulat berupa luka terbuka yang menyakitkan, yang memiliki lapisan putih atau kekuningan dan merah di sekelilingnya. Sariawan biasanya tidak disertai gejala lain, baik demam atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika anak Anda mengalami gejala ini bisa menjadi tanda dari kondisi penyakit lain yang harus diperiksa. Untuk penyembuhan sariawan memerlukan waktu sekitar 2 minggu.

Jika anak Anda masih sariawan selama lebih dari 2 minggu atau tidak dapat makan atau minum karena sakit, segera hubungi dokter. Anda juga perlu menghubungi dokter bila luka di mulut muncul lebih dari dua atau tiga kali setahun.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *