RajaKomen
melemahkan kpk

Rakyat Melihat dan Merasakan: Presiden Joko Widodo Melemahkan KPK

Admin
16 Jan 2020
Dibaca : 2461x

Dengan adanya Dewan Pengawas KPK, yang diangkat oleh presiden dengan perpres no 91 tahun 2019, menurut ICW, itu merupakan penghambat proses pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Sebab, Perpres itu mengatur tentang teknis kerja dari Dewan Pengawas KPK yang kita pandang merupakan penghambat utama kerja penindakan KPK di masa mendatang," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana.

Kurnia menuturkan segala tindakan pro justisia KPK ke depan akan melambat karena mesti melalui izin Dewan Pengawas KPK. "Jadi, instrumen hukum apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah, sepanjang bukan Perpu KPK, penilaian kami tetap sama, yakni pemerintah memang ingin merusak sistem yang selama ini sudah berjalan baik di KPK," ujarnya.

Belum 1 bulan adanya Dewan Pengawas KPK, sudah membuat geger dunia pemberantasan korupsi, penggeledahan diumumkan dan dilakukan pekan depan.

KPK bergerak, menangkap Wahyu Setiawan yang diduga telah melakukan tindakan kurang etis, menerima Rp 900 juta dalam rangka meloloskan calon legislatif pergantian antar waktu dari PDI Perjuangan.

Kemudian KPK melakukan penggeledahan ke kantor KPU ruangan Wahyu Setiawan, setelah itu mau menggeledah kantor Hasto, Sekjen PDI-Perjuangan, karena dari informasi Wahyu Setiawan, menyatakan bekerjasama dengan Hasto Kristiyanto. Tetapi kantor PDIP tidak mau membuka, harus ada izin dari dewan pengawas KPK.

Kemudian sehari kemudian Dewan Pengawas KP mengumumkan bahwa penggeledahan dilakukan pekan depan.

Jika setiap penggeledahan dilakukan pengumuman dan dilakukan pekan selanjutnya tidak langsung sejak adanya informasi, maka dipastikan KPK tidak akan mendapatkan hasil. Wahyu Setiawan pun bisa lolos, karena tidak ada bukti dari pihak ke tiga.

Presiden beserta kalangan partai pemenang pemilu, sudah mempersiapkan tentang hal ini, KPK tidak akan bergerak melawan orang pemerintah, orang partai, karena akan kesulitan mendapatkan izin dari Dewan Pengawas KPK.

Baca Juga:
Apakah Traditional Marketing Masih Berguna di Era Serba Digital?

Sharing 21 Jun 2024

Apakah Traditional Marketing Masih Berguna di Era Serba Digital?

Dalam era digital saat ini, banyak perusahaan terus berusaha menyesuaikan strategi pemasaran mereka dengan perkembangan teknologi. Namun, pertanyaan mendasar

Keuntungan Memilah Sampah Organik Dan Non Organik

Nasional 9 Jan 2022

Keuntungan Memilah Sampah Organik Dan Non Organik

Baik sampah organik dan non organik telah lama menjadi sorotan permasalahan yang mengancam kehidupan. Ini karena kedua jenis sampah ini tidak pernah surut

Menggabungkan Hobi dan Bisnis Minim Risiko: Apakah Mungkin?

Bisnis 15 Apr 2025

Menggabungkan Hobi dan Bisnis Minim Risiko: Apakah Mungkin?

Di era digital saat ini, semakin banyak orang yang mencari cara untuk menggabungkan hobi mereka dengan peluang bisnis. Banyak yang tentu ingin menjalani

Manfaat Vacuum Cleaner Sebagai Pembersih Debu dan Kotoran Hingga Tuntas

Tips 9 Jun 2023

Manfaat Vacuum Cleaner Sebagai Pembersih Debu dan Kotoran Hingga Tuntas

Agar rumah senantiasa nyaman bagi seluruh anggota keluarga, kebersihannya tentu harus selalu dijaga. Karena, rumah yang bersih akan mendukung kesehatan

Cara Mengetahui Nilai Dirimu dalam Sebuah Hubungan Cinta

Sharing 7 Feb 2023

Cara Mengetahui Nilai Dirimu dalam Sebuah Hubungan Cinta

Terkadang ketika jatuh cinta, orang menjadi buta. Ada banyak penilaian yang kabur karena ingin membenarkan pasangan atau mempertimbangkan dengan perasaan.

Mengantisipasi Perubahan Algoritma Pencarian Visual: Apakah Strategi Pemasaran Anda Siap di 2026?

Tips 26 Des 2025

Mengantisipasi Perubahan Algoritma Pencarian Visual: Apakah Strategi Pemasaran Anda Siap di 2026?

Memasuki tahun 2026, dunia pemasaran digital menghadapi tantangan baru akibat evolusi algoritma pencarian visual. Teknologi ini semakin menjadi faktor utama

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
RajaKomen
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved