rajabacklink
Gejala Inkontinensia Urine dan Cara Mengatasinya

Gejala Inkontinensia Urine dan Cara Mengatasinya

Admin
22 Agu 2022
Dibaca : 1637x

Pernahkan Anda sulit menahan buang kencing dan bahkan sampai mengompol? Mungkin saja kondisi ini disebabkan oleh masalah inkontinensia urine yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Apa itu inkontinensia urine? Inkontinensia urine adalah gangguan fungsi kandung kemih yang membuat Anda tidak dapat mengontrol keluarnya urine (air kencing).

Akibatnya, urine keluar tiba-tiba tanpa dikehendaki dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Semua orang berisiko mengalami penyakit kandung kemih ini. Hanya saja, inkontinensia urine lebih banyak dialami wanita dan orang lanjut usia. Meskipun tidak membahayakan, bukan berarti inkontinensia urine bisa Anda abaikan. Gangguan kontrol kandung kemih yang tidak ditangani dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi serius.

Masalah kesehatan ini bisa meningkatkan risikoinfeksi saluran kemih dan penyakit kandung kemih, serta mengurangi kualitas hidup penderitanya. Jika Anda memiliki masalah inkontinensia urine, terdapat berbagai metode pengobatan untuk mengatasinya. Ada pula langkah-langkah sederhana untuk memulihkan fungsi kandung kemih agar Anda bisa kembali buang urine secara normal.

Gejala inkontinensia urine adalah keluarnya air kencing tanpa Anda inginkan. Setiap orang mungkin mengeluarkan urine dalam jumlah yang berbeda, tergantung penyebab dan seberapa parah masalah inkontinensia. Masalah inkontinesia urine terbagi menjadi  beberapa jenis, setiap jenisnya memiliki gejala tersendiri sebagai berikut ini, yaitu : 

  • Stress incontinence

Urine keluar setiap kali kandung kemih tertekan. Tekanan dapat berasal dari olahraga, batuk, tertawa, bersin atau mengangkat benda berat. Kondisi ini biasanya dialami oleh wanita berusia 45 tahun ke atas atau lebih muda. Pada wanita, tekanan selama proses melahirkan juga menyebabkan inkontinensia. Sementara pada pria, tekanan mungkin disebabkan oleh peradangan atau pembesaran kelenjar prostat.

  • Urge incontinence

Kondisi ini terjadi ketika seseorang tiba-tiba ingin kencing dan tidak bisa tertahankan. Kebanyakan orang yang mengalami tipe inkontinensia urine ini memiliki penyakit diabetes, Alzheimer, Parkinson, stroke, dan multiple sclerosis. Rasa ingin buang air kecil biasanya muncul begitu sering dan mendadak, termasuk saat Anda tertidur. Anda mungkin akan bangun berkali-kali di tengah malam, di mana kondisi umum yang disebut nokturia.

  • Overflow incontinence

Kondisi ini terjadi saat ada sedikit kebocoran urine dari kandung kemih yang terisi penuh. Urine akan sering keluar atau menetes terus-menerus karena kandung kemih tidak bisa kosong seutuhnya. Biasanya, penyebabnya berkaitan dengan gangguan saraf.

  • Functional incontinence

Tipe inkontinensia ini banyak dialami orang lanjut usia atau penderita penyakit tertentu dengan fungsi kandung kemih yang sudah menurun. Mereka mungkin tidak dapat pergi ke toilet tepat waktu sehingga sudah mengompol terlebih dahulu sebelum buang air kecil.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

Dalam mengatasi inkontinensia urine atau kencing tidak terasa, perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya yang dapat dilakukan dengan serangkaian tes kesehatan yang disarankan oleh dokter. Disarankan untuk tidak mengkonsumsi suatu obat tertentu tanpa anjuran dari dokter.

Sedangkan untuk mengurangi resiko inkontinensia urine, langkah-langkah berikut ini dapat membantu :

  • Menjaga berat badan ideal, dengan melakukan diet sehat bagi sobat sehat yang mengalami obesitas.
  • Berhenti merokok
  • Melakukan senam kegel, terlebih pada ibu hamil
  • Hindari hal-hal yang dapat memicu iritasi kandung kemih dengan memilih makanan dan minuman yang lebih sehat untuk menu harian sobat sehat
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi untuk menghindari konstipasi
  • Aktif berolah raga
  • Terapi untuk mengatur waktu berkemih atau buang air kecil 

Sementara pada lansia, selain penanganan di atas juga dapat diberikan alat bantu lain seperti penggunaan pampers, kateter, atau alat bantu toilet lainnya.

Baca Juga:
Pendidikan Sekolah Berasrama Menghasilkan Generasi Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Sharing 12 Maret 2021

Pendidikan Sekolah Berasrama Menghasilkan Generasi Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan berpegang teguh ilmu agama tidaklah mudah. Para orang tua tentu menginginkan kehidupan anaknya seimbang

Tryout Gratis SNBT Terbaru: Soal Asli dan Pembahasan Rinci Gratis

Pendidikan 12 Mei 2025

Tryout Gratis SNBT Terbaru: Soal Asli dan Pembahasan Rinci Gratis

Dalam persaingan memasuki perguruan tinggi negeri, kehadiran Tryout Gratis SNBT menjadi salah satu solusi bagi para calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri.

Tantangan Serta Peluang Karir Ahli Farmasi

Sharing 16 Jun 2024

Tantangan Serta Peluang Karir Ahli Farmasi

Menjadi ahli farmasi adalah salah satu pilihan karir yang menjanjikan di era modern. Dengan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan yang berkualitas dan

Cara viral live streaming UMKM

Tips Sukses 13 Maret 2025

Live Streaming Viral UMKM Interaksi Viral Lewat Live Streaming

Dalam era digital yang semakin maju, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia memiliki kesempatan emas untuk memanfaatkan teknologi modern,

pesanten Al Masoem Bandung

2 Agu 2024

PPDB Al Masoem 2025: Tips Memanfaatkan Gelombang 1 untuk Biaya Lebih Terjangkau

PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Al Masoem 2025 telah dibuka, dan bagi para orangtua siswa yang mempertimbangkan pendidikan di sekolah Islam di Bandung, Al

Aliran Musik Aleksander With Berikan Nuansa Intim dan Tulus Kepada Pendengar

Sharing 27 Feb 2025

Aliran Musik Aleksander With Berikan Nuansa Intim dan Tulus Kepada Pendengar

Aleksander With adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Norwegia. Musiknya biasanya masuk dalam genre pop dan indie pop, dengan beberapa elemen dari pop

hijab
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved