rajabacklink
Gejala Inkontinensia Urine dan Cara Mengatasinya

Gejala Inkontinensia Urine dan Cara Mengatasinya

Admin
22 Agu 2022
Dibaca : 1697x

Pernahkan Anda sulit menahan buang kencing dan bahkan sampai mengompol? Mungkin saja kondisi ini disebabkan oleh masalah inkontinensia urine yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Apa itu inkontinensia urine? Inkontinensia urine adalah gangguan fungsi kandung kemih yang membuat Anda tidak dapat mengontrol keluarnya urine (air kencing).

Akibatnya, urine keluar tiba-tiba tanpa dikehendaki dan mengganggu kegiatan sehari-hari. Semua orang berisiko mengalami penyakit kandung kemih ini. Hanya saja, inkontinensia urine lebih banyak dialami wanita dan orang lanjut usia. Meskipun tidak membahayakan, bukan berarti inkontinensia urine bisa Anda abaikan. Gangguan kontrol kandung kemih yang tidak ditangani dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi serius.

Masalah kesehatan ini bisa meningkatkan risikoinfeksi saluran kemih dan penyakit kandung kemih, serta mengurangi kualitas hidup penderitanya. Jika Anda memiliki masalah inkontinensia urine, terdapat berbagai metode pengobatan untuk mengatasinya. Ada pula langkah-langkah sederhana untuk memulihkan fungsi kandung kemih agar Anda bisa kembali buang urine secara normal.

Gejala inkontinensia urine adalah keluarnya air kencing tanpa Anda inginkan. Setiap orang mungkin mengeluarkan urine dalam jumlah yang berbeda, tergantung penyebab dan seberapa parah masalah inkontinensia. Masalah inkontinesia urine terbagi menjadi  beberapa jenis, setiap jenisnya memiliki gejala tersendiri sebagai berikut ini, yaitu : 

  • Stress incontinence

Urine keluar setiap kali kandung kemih tertekan. Tekanan dapat berasal dari olahraga, batuk, tertawa, bersin atau mengangkat benda berat. Kondisi ini biasanya dialami oleh wanita berusia 45 tahun ke atas atau lebih muda. Pada wanita, tekanan selama proses melahirkan juga menyebabkan inkontinensia. Sementara pada pria, tekanan mungkin disebabkan oleh peradangan atau pembesaran kelenjar prostat.

  • Urge incontinence

Kondisi ini terjadi ketika seseorang tiba-tiba ingin kencing dan tidak bisa tertahankan. Kebanyakan orang yang mengalami tipe inkontinensia urine ini memiliki penyakit diabetes, Alzheimer, Parkinson, stroke, dan multiple sclerosis. Rasa ingin buang air kecil biasanya muncul begitu sering dan mendadak, termasuk saat Anda tertidur. Anda mungkin akan bangun berkali-kali di tengah malam, di mana kondisi umum yang disebut nokturia.

  • Overflow incontinence

Kondisi ini terjadi saat ada sedikit kebocoran urine dari kandung kemih yang terisi penuh. Urine akan sering keluar atau menetes terus-menerus karena kandung kemih tidak bisa kosong seutuhnya. Biasanya, penyebabnya berkaitan dengan gangguan saraf.

  • Functional incontinence

Tipe inkontinensia ini banyak dialami orang lanjut usia atau penderita penyakit tertentu dengan fungsi kandung kemih yang sudah menurun. Mereka mungkin tidak dapat pergi ke toilet tepat waktu sehingga sudah mengompol terlebih dahulu sebelum buang air kecil.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

Dalam mengatasi inkontinensia urine atau kencing tidak terasa, perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya yang dapat dilakukan dengan serangkaian tes kesehatan yang disarankan oleh dokter. Disarankan untuk tidak mengkonsumsi suatu obat tertentu tanpa anjuran dari dokter.

Sedangkan untuk mengurangi resiko inkontinensia urine, langkah-langkah berikut ini dapat membantu :

  • Menjaga berat badan ideal, dengan melakukan diet sehat bagi sobat sehat yang mengalami obesitas.
  • Berhenti merokok
  • Melakukan senam kegel, terlebih pada ibu hamil
  • Hindari hal-hal yang dapat memicu iritasi kandung kemih dengan memilih makanan dan minuman yang lebih sehat untuk menu harian sobat sehat
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi untuk menghindari konstipasi
  • Aktif berolah raga
  • Terapi untuk mengatur waktu berkemih atau buang air kecil 

Sementara pada lansia, selain penanganan di atas juga dapat diberikan alat bantu lain seperti penggunaan pampers, kateter, atau alat bantu toilet lainnya.

Baca Juga:
Passing Grade SNBP UI: Tips Memilih Jurusan dengan Peluang Terbesar

Pendidikan 13 Apr 2025

Passing Grade SNBP UI: Tips Memilih Jurusan dengan Peluang Terbesar

Setiap tahun, seleksi penerimaan mahasiswa baru menjadi ajang yang penuh tantangan bagi para calon mahasiswa. Salah satu jalur seleksi yang banyak diminati

Keunggulan Raja Emas Indonesia Selain Jual Beli Emas Tanpa Surat

Tips 11 Jan 2024

Keunggulan Raja Emas Indonesia Selain Jual Beli Emas Tanpa Surat

Hingga saat ini masih banyak orang yang menganggap bahwa emas menjadi salah satu investasi yang aman dan terpercaya. Terkadang, ada situasi di mana orang ingin

Tips Memilih Obat Kuat Tanpa Efek Samping

Tips 18 Jul 2018

Tips Memilih Obat Kuat Tanpa Efek Samping

Obat kuat sudah menjadi hal penting yang sangat dibutuhkan oleh para pria untuk meningkatkan kejantanan dan keperkasaan. Apalagi banyak penyakit yang menyerang

Jasa Review Produk: Bagaimana Menghindari Penipuan dan Scam

Bisnis 16 Jul 2024

Jasa Review Produk: Bagaimana Menghindari Penipuan dan Scam

Di era digital ini, jasa review produk semakin populer di kalangan konsumen online. Karena itu, penting bagi konsumen untuk memastikan bahwa jasa review produk

anggota DPD dari Jawa Barat

Pendidikan 28 Apr 2025

Fokus Kerja Anggota DPD Jawa Barat: Dari Infrastruktur hingga Pendidikan

Anggota DPD dari Jawa Barat memiliki peran penting dalam pengembangan dan kemajuan wilayahnya. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai salah satu lembaga

Platform Belajar CPNS CASN Terbaik untuk Pemula dalam Meningkatkan Kesiapan Seleksi ASN Modern

Pendidikan 13 Apr 2026

Platform Belajar CPNS CASN Terbaik untuk Pemula dalam Meningkatkan Kesiapan Seleksi ASN Modern

Persiapan menghadapi seleksi CPNS dan CASN pada era digital saat ini membutuhkan pendekatan belajar yang lebih adaptif, terutama bagi pemula yang baru pertama

RajaKomen
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved