
Kehamilan umumnya menjadi momen yang dinantikan banyak pasangan. Namun, tidak semua kehamilan dapat atau seharusnya dilanjutkan. Dalam dunia medis, terdapat kondisi tertentu di mana kehamilan harus dihentikan demi keselamatan ibu, janin, atau keduanya. Proses penghentian kehamilan yang dilakukan secara medis dan legal disebut terminasi kehamilan atau abortus medisinalis, dan ini berbeda dari tindakan aborsi ilegal yang membahayakan nyawa.
Pengertian Terminasi Kehamilan Medis
Terminasi kehamilan medis adalah penghentian kehamilan secara terkontrol oleh tenaga kesehatan karena adanya risiko serius terhadap kesehatan ibu atau janin. Langkah ini hanya boleh dilakukan setelah pemeriksaan menyeluruh oleh dokter kandungan, tim medis, dan atas dasar indikasi medis yang kuat.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, penghentian kehamilan diperbolehkan hanya dalam dua kondisi :
Kondisi Medis yang Memerlukan Penghentian Kehamilan
a. Preeklamsia dan Eklampsia Berat
Preeklamsia adalah tekanan darah tinggi yang muncul saat kehamilan dan disertai dengan kerusakan organ, terutama ginjal dan hati. Jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi eklampsia (kejang pada ibu hamil) yang berpotensi mematikan. Dalam kondisi seperti ini, penghentian kehamilan sering kali menjadi satu-satunya cara menyelamatkan nyawa ibu.
b. Kehamilan di Luar Rahim (Ektopik)
Pada kehamilan ektopik, embrio berkembang di luar rahim biasanya di saluran tuba falopi. Kondisi ini tidak dapat dipertahankan, karena tuba dapat pecah dan menyebabkan pendarahan hebat yang mengancam nyawa. Dokter akan segera melakukan tindakan medis untuk menghentikan kehamilan tersebut dan menyelamatkan ibu.
c. Kelainan Janin yang Tidak Dapat Hidup di Luar Rahim
Kadang, janin mengalami kelainan genetik atau struktural berat (misalnya anensefali janin tanpa sebagian otak) yang membuatnya tidak mungkin bertahan hidup setelah lahir. Dalam kasus seperti ini, dokter dapat merekomendasikan penghentian kehamilan atas pertimbangan medis dan kemanusiaan.
d. Infeksi Parah atau Komplikasi Kesehatan Ibu
Beberapa penyakit berat seperti kanker stadium lanjut, gagal jantung, atau infeksi berat (sepsis) dapat membuat kehamilan berisiko tinggi bagi ibu. Jika kehamilan diteruskan, kemungkinan ibu meninggal bisa meningkat tajam. Oleh karena itu, penghentian kehamilan menjadi tindakan penyelamatan.
Aspek Etika dan Hukum Penghentian Kehamilan
Penghentian kehamilan bukan keputusan yang mudah, baik bagi pasien maupun dokter. Dalam etika kedokteran, prinsip utama yang dijunjung adalah “primum non nocere” jangan membahayakan pasien.
Artinya, ketika melanjutkan kehamilan justru mengancam nyawa, maka menghentikannya secara medis dapat dianggap sebagai tindakan penyelamatan, bukan pelanggaran moral.
Dari sisi hukum, di Indonesia, tindakan terminasi hanya sah jika :
Dampak Emosional dan Kebutuhan Dukungan Psikologis
Selain fisik, penghentian kehamilan dapat berdampak besar secara emosional. Banyak perempuan merasa sedih, bersalah, atau berduka mendalam setelah prosedur ini, meskipun dilakukan untuk alasan medis yang sah.
Dukungan dari keluarga, pasangan, dan tenaga kesehatan sangat penting. Konseling psikologis juga disarankan untuk membantu ibu memproses kehilangan dan mengurangi risiko depresi pascakeguguran atau pascaterminasi.
Dokter kandungan atau bidan biasanya akan menyarankan waktu istirahat fisik dan mental sebelum merencanakan kehamilan kembali.
Perawatan Setelah Penghentian Kehamilan
Setelah prosedur penghentian dilakukan, perawatan medis dan pemulihan sangat penting :
Tidak semua kehamilan bisa atau seharusnya diteruskan. Dalam kasus tertentu, penghentian kehamilan menjadi keputusan medis yang diambil untuk menyelamatkan nyawa dan menghindari penderitaan lebih besar.
Namun, keputusan ini harus dilakukan secara legal, aman, dan di bawah pengawasan tenaga medis profesional. Edukasi, dukungan psikologis, dan pemahaman tentang hak serta kesehatan reproduksi sangat penting agar perempuan dapat melalui proses ini dengan aman dan bermartabat.
Klinik Aborsi Raden Saleh didirikan untuk memberikan solusi kesehatan reproduksi yang aman dan legal dengan pendekatan profesional dan empatik terhadap setiap pasien. Dibantu oleh tim dokter spesialis obgyn yang berpengalaman, kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan aborsi yang sesuai dengan standar medis tertinggi.
Klinik Aborsi Raden Saleh adalah salah satu klinik kesehatan reproduksi yang menyediakan layanan medis untuk membantu pasien dengan kebutuhan khusus, termasuk prosedur aborsi yang aman dan legal sesuai dengan indikasi medis yang berlaku. Klinik ini dikenal dengan pelayanan profesional, privasi tinggi, dan penanganan oleh tenaga medis berpengalaman.
Pendidikan 5 Jun 2025
Meningkatkan Persiapan Ujian dengan Tryout Dokter Online
Menghadapi ujian sebagai calon dokter umum adalah salah satu tahap yang paling krusial dalam pendidikan kedokteran. Dalam proses belajar menuju sukses, tryout
Pendidikan 4 Des 2024
Boarding School tingkat SMA saat ini telah menjadi pilihan banyak orang tua untuk mempersiapkan anak-anak mereka memasuki masa dewasa. Di antara sekolah asrama
Sharing 22 Agu 2022
Cara Berdamai dengan Pengalaman Pahit Ditinggal Seseorang
Pengalaman ditinggal seseorang bisa meninggalkan luka yang sangat dalam. Bahkan bisa memberi trauma yang membuat kita enggan membuka hati untuk seseorang yang
Bisnis 27 Maret 2025
Perbedaan Bisnis dan Startup: Tantangan Finansial yang Harus Dipahami
Di era digital dan inovasi yang terus berkembang, banyak orang cenderung menggunakan istilah "bisnis" dan "startup" secara bergantian.
Tips 3 Agu 2024
Yuk Bikin Kue Bawang Renyah yang Mudah dan Anti Ribet
Kue bawang mungkin menjadi salah satu alternatif camilan paling gampang dibuat di rumah karena bahan utamanya adalah tepung terigu dan bumbu bawang putih. Cara
Pendidikan 14 Maret 2025
Astronomi ITB adalah salah satu program studi unggulan yang ditawarkan oleh Institut Teknologi Bandung, terletak di Kampus Ganesha yang kaya akan sejarah dan