RajaKomen
Standar Kompetensi yang Harus Dimiliki Seorang Ahli Farmasi

Standar Kompetensi yang Harus Dimiliki Seorang Ahli Farmasi

Admin
20 Jun 2024
Dibaca : 839x

Apa itu apoteker? meskipun istilahnya cukup populer dan sering terdengar di telinga kita, masih banyak yang belum mengetahui apa itu apoteker dan apa saja tugas dari seorang apoteker. Dalam kegiatan sehari hari, apoteker merupakan profesi yang cukup penting untuk ada di tengah masyarakat.

Ketika kamu mengalami sakit atau tidak enak badan, maka hal pertama yang kamu cari adalah obat untuk meredakannya. Di sini lah apoteker berperan untuk menyediakan obat yang tepat untuk kamu.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apoteker adalah seseorang yang ahli dalam ilmu obat obatan.

Lebih jelasnya, apoteker adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab dalam meracik dan menjelaskan mengenai obat-obatan kepada pasien di rumah sakit, klinik, dan apotek. Lebih dari itu, seorang apoteker juga dapat mendalami atau bekerja di ranah kosmetik dan juga obat tradisional. Oleh karena itu, seorang apoteker tentu harus ahli dalam bidang obat obatan dan berkuliah pada jurusan farmasi.

Seperti yang telah kita ketahui, Apoteker merupakan tenaga kesehatan yang memiliki keahlian di bidang obat-obatan. Tidak hanya bekerja di Rumah Sakit, tapi juga Industri Farmasi, Komunitas juga pada pemerintahan. Menurut WHO, seorang Apoteker wajib memiliki beberapa standar kompetensi yang mewakili kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap seorang apoteker.

Berikut beberapa standar kompetensi tersebut yaitu :

  • Care-giver

Seorang Apoteker diharapkan mampu menunjukkan kepedulian yang tinggi dalam melayani masyarakat. Meskipun pelayanan Farmasi lebih bersifat klinis, analitik , modern/regulasi, Apoteker juga harus merasa nyaman saat berinteraksi dengan individu/populasi masyarakat, karena pelayanan Apoteker besifat kontinyu dan terintegrasi dalam pelayanan kesehatan.

  • Pembuat Keputusan

Hal yang menyangkut obat-obatan, zat kimia, peralatan serta pengaruhnya kepada tubuh manusia ataupun makhluk hidup lainnya memerlukan evaluasi lebih lanjut. Siapa lagi kalau bukan Apoteker yang memiliki pengetahuan dan kompetensi dibidang ini dan memutuskan obat mana yang tepat.

  • Komunikator

Apoteker berada pada posisi yang sangat tepat dalam menjembatani antara dokter dan pasien. Pengetahuan dan kompetensi mereka dinilai mampu untuk menilai dan menimbang apa yang terbaik bagi pasien yang tentunya disetujui dokter.

  • Pemimipin

Apoteker diharapkan dapat menjadi pemimpin yang bisa berkomunikasi secara efektif, karena mereka memiliki ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat sebagai jembatan penghubung antara dokter dan pasien.

  • Manager

Apoteker memiliki peran penting dalam memanajemen sumber daya alam di tempat mereka bekerja. Disisi lain mereka juga diharapkan bisa merasa nyaman dengan lingkungan kerja mereka. Mereka dihadapkan dengan berbagai macam pihak baik dari tenaga medis profesional hingga mereka yang bukan berasal dari bidang kesehatan. Jadi Apoteker diharapkan mampu berperan dengan baik memanajemen kedua sisi ini.

  • Pelajar yang terus menemui ilmu baru

Sebagai seorang Apoteker, ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan tidaklah cukup. Apoteker pasti akan menemui dan harus bisa menguasai ilmu baru farmasi sepanjang karirnya.

  • Pengajar

Apoteker memiliki tanggung jawab untuk membantu pendidikan dan pelatihan dari generasi apoteker selanjutnya. Tidak hanya akan memberikan ilmu bagi orang lain, ilmu yang telah dipelajari juga akan lebih mantap di kepala Apoteker.

Demikianlah informasi mengenai beberapa standar kompetensi yang harus dimiliki seorang Apoteker. Menjadi ahli farmasi membutuhkan komitmen dan kerja keras, tetapi ini adalah profesi yang rewarding dan memberikan banyak peluang untuk membantu orang lain.

Untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman, ahli farmasi perlu bersosialisasi dengan orang-orang di bidang yang sama. Saat ini sudah ada Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI). Dilansir dari https://pafisorongkota.org/, PAFI adalah organisasi profesi bagi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dan Asisten Tenaga Kefarmasian di Indonesia. Didirikan pada tanggal 13 Februari 1946 di Yogyakarta, PAFI merupakan organisasi profesi tertua di Indonesia.

Berita Terkait
Baca Juga:
Tips Menata Ruang Kerja di Rumah agar Lebih Produktif

Sharing 18 Jul 2024

Tips Menata Ruang Kerja di Rumah agar Lebih Produktif

Ruang kerja di rumah merupakan tempat yang penting bagi banyak orang, terutama di masa pandemi saat ini. Memiliki ruang kerja yang rapi dan teratur dapat

Jenis-jenis Furniture yang Dapat di-Custom

Sharing 27 Jun 2023

Jenis-jenis Furniture yang Dapat di-Custom

Mengkustomisasi furniture adalah proses yang memungkinkan anda untuk memiliki barang-barang furnitur yang sesuai dengan preferensi pribadi anda. Tujuan utama

bisnis kursus

Bisnis 19 Mei 2025

Maksimalkan Potensi Bisnis Kursus Online Melalui Website yang Efektif

Dalam era digital saat ini, memiliki website yang baik menjadi sangat krusial, terutama bagi bisnis kursus online. Promosi website bisnis kursus online yang

Google

Pendidikan 11 Apr 2025

Perbedaan SNBT dan SNBP dari Segi Penilaian dan Seleksi

Dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam konteks Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), terdapat dua jalur seleksi yang saat ini cukup

Ketahui Jenis Ban Loader Beserta Fungsinya

Tips 14 Maret 2020

Ketahui Jenis Ban Loader Beserta Fungsinya

Salah satu alat berat yang banyak dipergunakan pada proyek konstruksi adalah loader. Yang tidak lain adalah alat berat yang digunakan untuk memuat hasil galian

Tips dan Trik Tryout BUMN: Latihan Soal dan Simulasi untuk Meningkatkan Skor

Pendidikan 28 Apr 2025

Tips dan Trik Tryout BUMN: Latihan Soal dan Simulasi untuk Meningkatkan Skor

Menghadapi tryout BUMN adalah langkah penting bagi para calon pegawai untuk meraih impian berkarir di perusahaan milik negara. Dalam persiapan ini, berbagai

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
RajaKomen
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved