
Istilah ‘buzzer’ saat ini sedang populer di kalangan masyarakat, karena di setiap peristiwa politik yang terjadi, selalu ada counter-narasi yang dilakukan oleh pihak tertentu. Hal itu seringkali terjadi di berbagai platform media sosial seperti Facebook dan Twitter. Misalnya, memunculkan tagar yang berisi seruan terkait peristiwa tertentu secara masif, sehingga akan memicu trending topic di platform Twitter.
Dalam bahasa Inggris, Buzzer memiliki arti sebagai lonceng, untuk menyebarkan sinyal atau tanda tertentu. Jika dikaitkan dengan pengertian tersebut, maka buzzer adalah orang yang memiliki pengaruh untuk menyuarakan sesuatu, biasanya berupa ajakan untuk melakukan tindakan tertentu. Awalnya, buzzer dikenal sebagai pekerjaan virtual guna mempromosikan suatu produk di media sosial. Buzzer seringkali diasosiasikan sebagai pemasar bisnis agar orang bisa tertarik untuk membeli produk tersebut.
Namun, penggunaan istilah buzzer menjadi terdistorsi, lantaran keahlian mereka dalam memasarkan produk digunakan untuk ‘memasarkan’ kandidat politik dari partai politik tertentu, sehingga istilah tersebut kemudian dikenal sebagai buzzer politik. Banyak sumber menyebutkan penggunaan buzzer politik dilakukan saat berlangsungnya kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012 silam. Kemudian, penggunaan buzzer ini meningkat pesat saat Pemilu 2014.
Buzzer politik seringkali menggunakan platform media sosial populer seperti Facebook dan Twitter dalam menjalankan pekerjaannya. Tujuannya adalah untuk melakukan promosi kebijakan baru, melakukan counter-narasi yang dilakukan oleh lawan politik kepada seseorang atau institusi tertentu, atau bahkan juga menjatuhkan kredibilitas lawan politik.
Buzzer politik hadir untuk membangun opini supaya orang tersebut mendapatkan citra positif di mata masayarakat dengan membangun trush/ kepercayaan bahwa apa yang dilakukan orang tersebut baik. Disamping itu buzzer politik bakal mencari kelemahan lawan politiknya dengan menjelekkan atau membangun opini negatif kepada masyarakat.
Ada beberapa tujuan buzzer politik, yang di antaranya adalah sebagai berikut :
Menyerang lawan politik di sini dilakukan baik melalui gagasan dan ide maupun melalui pembunuhan karakter dan berita-berita hoaks. Hal ini tidak dapat dimasukan lagi dalam kategori yang positif, karena jika sudah menyerang maka ada banyak cara yang dilakukan untuk membuat musuh menjadi lemah.
Misalahnya melalui kritik-kritik tajam tanpa adanya bukti yang sahih. Ada juga yang menggunakan isu PKI, menyinggung Orba, politik dinasti, isu kecurangan dan lain sebagainya. Hal-hal semacam inilah yang digunakan oleh buzzer dan juga elite poltik untuk menghancurkan dan menyerang lawan politiknya.
Hal ini dapat diartikan secara sederhana, mereka akan membuat isu dan menyebarkan berita hoaks atau berita bodong. Berita dan isu tersebut akan mereka ulang-ulang dan terus-menerus di bicarakan. Sehingga akan terbentuk konsep dan opini bahwa apa yang mereka sampaikan adalah sebuah kebenaran yang nantinya akan mempengaruhi pendapat dan dukungann masyarakat. Misalnya isu yang populer adalah isu politik dinasti dan kecurangan.
Sebelumnya juga ada isu mengenai keputusan kontroversial MK yang memberikan keputusan usia dibawah 40 tahun maju menjadi pemimpin negara. Asalkan sudah pernah menjabat dipemerintahan dengan dipilih oleh rakyat. Isu yang juga digunakan untuk menggiring opini publik adalah dengan mengangkat topik tentang “kecurangan pilpres.” Isu-isu seperti inilah yang dimainkan dan digunakan oleh buzzer politik untuk menyerang lawan-lawan politik dari calon yang mereka usung.
Pada umumnya buzzer politik bertugas untuk menaikan elektabilitas dari masing-masing pasangan calon presiden dan wakilnya. Mereka mencoba membangun sebuah opini dan membandingkanny dengan lawan politiknya. Setiap narasi dan pembicaraan yang dibangun selalu menyatakan bahwa pilihannya adalah yang terbaik dan paling mumpuni dibandingkan dengan lawan-lawannya.
Biasanya mereka akan menyerang pemerintah dengan memberikan solusi bahwa pasangan yang mereka usung akan jauh lebih baik dari pemerintahan yang sebelumnya. Misalnya dalam penegakan hukum, dalam mengatasi kemiskinan, pendidikan atau dalam mengahdapi geo-politik luar negeri. Tanda-tanda ini banyak beredar diberbagai media sosial, mereka mengagnggap calon yang didukung akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.
Padahal kualitas pasangan yang mereka usung belum teruji mampu untuk menangani dan menyelesaikan masalah ada di negara ini. Jadi sangatlah jelas bahwa buzzer bertugas untuk menaikan elektabilitas dari masing-masing partai dan juga calon yang diusung pada pilpres yang akan berlangsung.
Kesehatan 18 Mei 2024
Jenis Kacang yang Efektif Menurunkan Kolesterol Jahat
Mendengar kata kolesterol seringkali menimbulkan ketakutan bagi banyak orang. Namun, tahukah sahabat fimela bahwa kolesterol sebenarnya adalah zat
Bisnis 9 Apr 2025
Kenapa Perlu Jasa Verifikasi Akun? Ini Manfaat dan Keuntungannya
Di era digital saat ini, kehadiran di media sosial dan platform online lainnya menjadi hal yang sangat penting. Status dan kepercayaan pengguna di platform
Tips 16 Maret 2025
Update Terbaru Algoritma Adsense Facebook: Apa yang Berubah?
Dalam dunia digital yang senantiasa berubah, platform seperti Facebook terus berupaya meningkatkan cara mereka menghubungkan pengiklan dengan audiens. Salah
Pendidikan 17 Maret 2025
Aplikasi Tryout CPNS Gratis Terbaik untuk Persiapan Ujian
Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Persaingan yang ketat menuntut para peserta untuk
Bisnis 1 Maret 2025
Meningkatkan Persepsi Publik: Kunci Sukses dalam Membangun Loyalitas Pelanggan
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif saat ini, meningkatkan persepsi publik terhadap suatu merek menjadi hal yang sangat penting. Persepsi publik bukan
Kesehatan 19 Sep 2017
Kenali Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi Sejak Dini
Kenali Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi Sejak Dini - Kolesterol memang tersebar dibeberapa bagian tubuh tertentu pada manusia misalnya seperti di kulit otot, otak,