RajaKomen
Hal tentang Sunscreen yang Harus Berhenti Kamu Percaya

Hal tentang Sunscreen yang Harus Berhenti Kamu Percaya

Admin
7 Jun 2022
Dibaca : 1251x

Sejak kapan tahu hubungan antara matahari dan kanker kulit? Efek dari paparan sinar matahari dan perlindungan terhadapnya telah menjadi topik pembicaraan dan perdebatan kolektif yang hampir konstan.

Sayangnya, masih banyak informasi tidak tepat mengenai sunscreen, orang-orang berpura-pura menjadi ahli dan mempublikasikannya di media sosial. Dilansir dari bustle.com, berikut ini adalah beberapa mitos tentang sunscreen yang harus berhenti kamu percaya.

1. Sinar UV diperlukan untuk vitamin D

Ya, memang benar bahwa kekurangan vitamin D memengaruhi hapir 50% populasi di seluruh dunia. Daripada memaparkan diri pada sinar UV, yang justru dapat meningkatkan risiko kanker kulit, beralihlah pada diet.

Makanan seperti salmon dan kuning telur bisa meningkatkan kadar vitamin D. Atau suplemen bisa membuat segalanya lebih mudah. Proses perkembangan vitamin D dalam tubuh dan konversi yang terjadi memang membutuhkan paparan sinar matahari, namun suplemen D3 menawarkan vitamin dalam bentuk yang sepenuhnya diubah, sehingga kamu sebenarnya tidak membutuhkan sinar matahari.

2. Anak muda tidak terkena kanker kulit

Riwayat penyakit dalam keluarga atau adanya gen tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit di usia muda. Faktor penyebab lain yang paling umum adalah tanning, yang banyak dilakukan oleh anak-anak muda.

3. Semua tahi lalat yang baru muncul berarti penyakit

Tahi lalat adalah tanda lahir yang hampir selalu jinak. Namun penting diketahui, beberapa tahi lalat memiliki sel atipikal yang berisiko berubah menjadi kanker. Pemeriksaan kulit tahunan dengan dokter adalah cara termudah mengetahui setiap perubahan abnormal pada tubuhmu.

4. Semua tabir surya itu sama

Bahan dalam tabir surya yang melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB ada 2 jenis, yaitu fisik dan kimia. Tabir surya fisik menggunakan mineral seng oksida atau titanium dioksida untuk memblokir sinar UV dari kulit, seperti perisai. Sebaliknya, tabir surya kimia menggunakan bahan kimia, seperti avobenzone, oxtinoxate, dan oxybenzone untuk menghilangkan sinar UV. Tabir surya kimia diserap oleh tubuh.

5. Warna kulit gelap tidak perlu tabir surya

Kanker kulit bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang ras, etnis, atau warna kulit. Walaupun orang dengan warna kulit lebih gelap tidak berisiko tinggi terkena kanker kulit, seperti mereka yang berkulit terang, tapi saat mengembangkan kanker kulit, cenderung ditemukan pada tahap yang lebih berbahaya. Singkatnya, perlindungan terhadap matahari sangat penting, terlepas dari warna kulit.

6. Kamu hanya membutuhkan SPF untuk wajah

Fokuslah pada area yang paling banyak terpapar sinar matahari. Jangan lupakan bagian tubuh, seperti tangan dan tumit.

7. SPF dalam produk makeup cukup untuk perlindungan

Walaupun kamu memilih produk makeup dengan SPF, itu bukan pengganti tabir surya yang sebenarnya.

Berita Terkait
Baca Juga:
pesanten Al Masoem Bandung

Pendidikan 24 Jun 2024

Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesehatan Santri di Boarding School Al Masoem Bandung

Boarding School menjadi pilihan bagi banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik sekaligus memperoleh kemandirian. Salah

bisnis untuk pemula

Bisnis 18 Mei 2025

Strategi Cerdas Promosi Website Bisnis untuk Pemula

Memulai sebuah bisnis di era digital saat ini bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi para pemula. Membangun dan mengelola website bisnis untuk pemula

Berbagai Fitur Unggulan Instagram yang Dapat Membuat Penggunanya Menjadi Selegram Terkenal

Sharing 16 Sep 2020

Berbagai Fitur Unggulan Instagram yang Dapat Membuat Penggunanya Menjadi Selegram Terkenal

Saat ini perkembangan media sosial sudah semakin pesat karena peran teknologi yang kini tak dapat dilepaskan dari setiap kehidupan manusia. Salah satu media

Program Studi Unggulan di ITB: Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Pendidikan 11 Apr 2025

Program Studi Unggulan di ITB: Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Institut Teknologi Bandung (ITB) dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, khususnya dalam bidang teknik. Di antara sekian banyak

Gejala Penyakit Batu Empedu dan Sakit Maag itu Mirip Lho, Begini Cara Membedakannya!

24 Jul 2024

Gejala Penyakit Batu Empedu dan Sakit Maag itu Mirip Lho, Begini Cara Membedakannya!

Ada yang perlu kita perhatikan dari penyakit batu empedu dan maag ini, karena kedud-duanya mempunyai gejala yang hampir sama. Sakit maag sendiri biasanya

Pesantren Al Masoem

Pendidikan 22 Mei 2024

Pesantren Al Masoem Pesantren di Bandung: Memadukan Tradisi dengan Modernitas

Pesantren di Bandung memiliki peran penting dalam mempertahankan tradisi keislaman sekaligus beradaptasi dengan tuntutan zaman. Salah satu pesantren yang

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
RajaKomen
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved