RajaKomen
Menuju Generasi Unggul Mengenal Program “Cerdas Berkarakter” di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)

Menuju Generasi Unggul Mengenal Program “Cerdas Berkarakter” di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)

Admin
29 Okt 2025
Dibaca : 551x

Dalam menghadapi era global yang semakin dinamis, bukan hanya kemampuan akademis yang dibutuhkan oleh generasi muda Indonesia, namun juga karakter yang kokoh dan nilai-nilai kebangsaan yang melekat. Untuk merespon hal ini, Pemerintah melalui Kemendikbudristek meluncurkan program “Cerdas Berkarakter” yang bertujuan menguatkan karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan masa depan. Program ini diakses melalui laman resmi https://cerdasberkarakter.kemendikbudristek.com/.

Apa Itu Cerdas Berkarakter?

Cerdas Berkarakter adalah sebuah inisiatif nasional yang berfokus pada pembentukan peserta didik yang tidak hanya “cerdas” dalam arti akademis, tetapi juga “berkarakter” sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan Profil Pelajar Pancasila.

Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan karakter, pemajuan inklusivitas dan keberagaman, hingga pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah. 

Fokus Utama dan Program-Program

Di laman Cerdas Berkarakter (https://e-learning.sekolahdaring.org/), terdapat sejumlah program prioritas yang ditampilkan, antara lain:

  • Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang mendorong kebiasaan sehat dan produktif sehari-hari seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. 
  • Penguatan kebinekaan dan inklusivitas di satuan pendidikan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menggembirakan, serta menghargai keberagaman. 
  • Pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah, termasuk pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di tingkat sekolah dan Satgas di tingkat daerah, sesuai dengan regulasi seperti Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023. 

Mengapa Program Ini Penting?

Pendidikan yang hanya mengandalkan transfer pengetahuan tanpa penguatan karakter rentan menyebabkan anak didik unggul secara kognitif namun lemahnya dalam aspek moral, sosial, dan emosional. Sebagaimana disampaikan oleh Wamen Kemendikdasmen bahwa “orang yang cerdas tidak hanya berpikir rasional tapi juga cerdas secara emosional, memiliki karakter yang kuat dan kokoh” dalam dialog pendidikan nasional. Kemendikdasmen Program Cerdas Berkarakter muncul sebagai upaya sistemik untuk menjembatani kekosongan ini.

Lebih jauh, laporan kinerja Kemendikbudristek mencatat bahwa pembentukan lingkungan belajar yang aman dan inklusif adalah salah satu indikator kualitas pendidikan yang tidak bisa diabaikan. 

Tantangan dalam Implementasi

Tentu, menerapkan program berskala nasional seperti ini tidak mudah. Beberapa tantangannya antara lain:

  • Variasi kondisi daerah: Infrastruktur dan kapasitas sekolah di tiap daerah berbeda, sehingga penerapan program pun bisa berbeda hasilnya. Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) menunjukkan bahwa masih ada kendala seperti kualitas pendidikan, birokrasi, dan adaptasi nilai kearifan lokal. 
  • Komitmen dan kolaborasi ekosistem: Program ini memerlukan keterlibatan aktif tidak hanya dari guru dan peserta didik, tetapi juga orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah. Tanpa kolaborasi, program sulit berjalan optimal.
  • Monitoring dan evaluasi: Agar program benar-benar berfungsi, perlu sistem monitoring yang jelas, indikator keberhasilan, dan evaluasi berkala. Laporan survei persepsi anti korupsi dan kualitas pelayanan menunjukkan adanya upaya evaluasi di level Pusat Penguatan Karakter. 

Bagaimana Sekolah dan Orang Tua Bisa Berperan?

Untuk mendukung keberhasilan program ini, sekolah dan orang tua dapat mengambil langkah-langkah berikut:

  • Di lingkungan sekolah: menerapkan kebiasaan positif seperti yang diusung oleh G7KAIH, membentuk tim atau satgas di tingkat sekolah untuk pencegahan perundungan dan kekerasan, menyelenggarakan aktivitas yang menguatkan nilai toleransi dan keberagaman.
  • Di rumah: orang tua bisa menjadi teladan nilai‐nilai karakter, ikut serta dalam diskusi dan kegiatan yang diselenggarakan sekolah atau lembaga penguatan karakter, serta aktif mengakses sumber daya yang disediakan di portal Cerdas Berkarakter.
  • Kolaborasi: Membuka ruang dialog antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk merancang kegiatan bersama, misalnya kampanye anti-perundungan, penguatan inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Program Cerdas Berkarakter dari Kemendikbudristek merupakan langkah penting menuju terciptanya generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Dengan mengintegrasikan penguatan karakter, kebinekaan, dan lingkungan belajar yang aman ke dalam sistem pendidikan nasional, program ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan manusia Indonesia yang utuh.

Sebagai orang tua, guru, atau pemangku kepentingan pendidikan, kita dapat mendukungnya dengan aktif berkolaborasi, menjalankan nilai-nilai yang diusung, serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dalam lingkungan yang inklusif, aman, dan menggembirakan.

Semoga dengan upaya nyata dari berbagai pihak, visi besar “generasi Indonesia Emas 2045” yang cerdas berkarakter bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar meresap ke dalam kehidupan sehari-hari anak didik kita.

Berita Terkait
Baca Juga:
Atasi Kulit Keriput dengan Bahan Alami ini Yuk

Kecantikan 9 Apr 2025

Atasi Kulit Keriput dengan Bahan Alami ini Yuk

Keriput merupakan salah satu ciri penuaan pada kulit wajah kita. Hal ini disebabkan oleh kerusakan kolagen dan elastin di kulit karena semakin tuanya usia

Keuntungan Menjadi Ahli Farmasi

Sharing 29 Mei 2024

Keuntungan Menjadi Ahli Farmasi

Banyak orang yang berlomba-lomba ingin mendapatkan pekerjaan sebagai seorang ahli farmasi. Berbagai jenjang pendidikan ditempuh untuk mendapatkan posisi

Pendaftaran Online Ujian Mandiri IPB: Perbedaan Jalur Ujian Online dan Skor UTBK

Pendidikan 14 Apr 2025

Pendaftaran Online Ujian Mandiri IPB: Perbedaan Jalur Ujian Online dan Skor UTBK

Pendaftaran online ujian mandiri IPB (Institut Pertanian Bogor) merupakan momen penting bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di salah

Selain Sehat, Berikut Manfaat Garam Himalaya untuk Kecantikan Kulit

Kecantikan 29 Sep 2023

Selain Sehat, Berikut Manfaat Garam Himalaya untuk Kecantikan Kulit

Selain manfaatnya untuk kesehatan, ternyata garam Himalaya juga banyak digunakan sebagai perawatan kecantikan. Garam Himalaya diyakini sebagai salah

Kontribusi PAFI Kabupaten Pesisir Selatan untuk Pelayanan Kesehatan

Nasional 29 Agu 2024

Kontribusi PAFI Kabupaten Pesisir Selatan untuk Pelayanan Kesehatan

Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat seperti saat ini, peran organisasi profesi menjadi semakin krusial. Salah satu organisasi yang

Menguat Bersama di Tahun Pertama: Konsolidasi Gerakan Rakyat Menuju Institusi Politik yang Berdaya

Nasional 2 Maret 2026

Menguat Bersama di Tahun Pertama: Konsolidasi Gerakan Rakyat Menuju Institusi Politik yang Berdaya

Demokrasi tidak pernah berdiri kokoh hanya karena prosedur. Ia bertahan karena partisipasi. Ia tumbuh karena ada warga yang peduli, terlibat, dan bersedia

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
hijab
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved