rajabacklink
Ampuh Obat Herbal atau Obat Kimia?

Ampuh Obat Herbal atau Obat Kimia?

Admin
7 Agu 2017
Dibaca : 1636x

Ampuh Obat Herbal atau Obat Kimia? - Saat ini terdapat dua jenis obat, yaitu obat kimia dan obat herbal atau obat tradisional. Nah....mungkin banyak yang merasa bingung untuk memilih mana di antara kedua jenis obat ini. Pada dasarnya penggunaan obat tidak ada yang lebih baik antara obat herbal atau tradisional dan obat kimia karena semua itu tergantung pada situasi yang dihadapi. Contohnya yaitu pada suatu keadaan yang sangat darurat seperti mengalami perdarahan tentu saja obat kimia yang lebih baik karena reaksinya yang lebih cepat bila dibandingkan dengan obat herbal yaitu dalam hal untuk meredam rasa sakit dan mengatasi gejala.

Baik obat kimia maupun obat herbal mempunyai tujuan yang sama yaitu mengobati. Ada baiknya mengetahui sifat dari obat kimia dan obat herbal, yaitu :

Obat Kimia

  • Obat kimia bersifat sympthomatis atau untuk mengurangi rasa sakit dan lebih diarahkan pada gejala-gejalanya saja.
  • Paliatif, yang berarti penyembuhannya bersifat spekulatif, pengobatan berdasarkan pada gejala yang ada. Jadi bila tepat pada penyakitnya maka akan sembuh namun bila tidak endapan obatnya akan menjadi racun yang berbahaya.
  • Diutamakan pada penyakit yang sifatnya akut atau segera membutuhkan pertolongan segera seperti diare, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.
  • Kurang efektif dalam mengobati penyakit kronis.
  • Iritasi lambung dan kerusakan ginjal serta mengakibatkan lemak darah merupakan efek samping lainnya.
  • Bereaksi cepat namun mempunyai efek samping yang dapat melemahkan organ tubuh lain terutama bila dipakai secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama.

Obat Herbal

  • Lebih diarahkan kepada sumber penyakit dan perbaikan organ-organ tubuh yang rusak.
  • Bersifat efektif dalam mengatasi penyakit yang kronis dibandingkan dengan obat kimia.
  • Reaksi dapat bersifat cepat dan lambat akan tetapi obat herbal memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan membangun organ-organ yang rusak.
  • Lebih diarahkan kepada pencegahan penyakit, pemulihan dari penyakit yang menahun serta jenis penyakit yang membutuhkan pengobatan yang lama.
  • Tidak memiliki efak samping bila diramu oleh yang ahli dan berpengalaman.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa obat kimia lebih diarahkan untuk mengobati gejala penyakitnya namun tidak menyembuhkan sumbernya, hanya memperbaiki bebrapa sistem tubuh. Berbeda dengan obat herbal yang tidak hanya menyembuhkan gejalanya namun juga menyembuhkan sumbernya dengan cara memperbaiki secara kesuluruhan sistem tubuh yakni dengan cara memperbaiki sel-sel, jaringan dan organ-organ tubuh yang rusak dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam rangka memerangi penyakit.

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Ide Kreatif Konten Media Sosial untuk Melejitkan Interaksi Audiens

Tips Sukses 13 Jan 2026

Ide Kreatif Konten Media Sosial untuk Melejitkan Interaksi Audiens

Interaksi audiens menjadi tolok ukur penting dalam menilai keberhasilan sebuah konten di media sosial. Konten yang mampu memancing respons aktif menunjukkan

Google

Tips Sukses 2 Jun 2025

Tryout Online CPNS Soal HOTS: Update Terbaru dan Cara Efektif untuk Persiapan Tes

Menjelang seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2023, para peserta dihadapkan dengan tantangan yang semakin berkembang, terutama dalam pola soal yang

Resep Bubur Gudeg Yogyakarta

Sharing 10 Feb 2022

Resep Bubur Gudeg Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki makanan yang menjadi ciri khas sekaligus ikonnya yaitu gudeg. Makanan yang banyak ditemukan di sudut kota pelajar ini dapat

Cara Efektif Menghilangkan Bau Kaki dengan Mudah

Sharing 4 Sep 2024

Cara Efektif Menghilangkan Bau Kaki dengan Mudah

Bau kaki adalah masalah umum yang bisa mengganggu kepercayaan diri. Namun, jangan khawatir, ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan untuk

Strategi Efektif dalam Pengembangan Prestasi Mahasiswa

Pendidikan 24 Des 2023

Strategi Efektif dalam Pengembangan Prestasi Mahasiswa

Pendidikan tinggi bukan hanya tentang akuisisi pengetahuan, tetapi juga mengenai pengembangan keterampilan dan prestasi holistik mahasiswa. Dalam menjalani

Prof Didin: Pilpres Era Jokowi Munculkan Gejala Otoritarianisme Baru

Nasional 12 Mei 2024

Prof Didin: Pilpres Era Jokowi Munculkan Gejala Otoritarianisme Baru

Pemilihan umum presiden 2024 telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah indikasi otoritarianisme yang muncul di era kepemimpinan

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
RajaKomen
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved