rajabacklink
Cara Mengatasi Diare dan Demam Anak untuk Perawatan di Rumah oleh Orang Tua

Cara Mengatasi Diare dan Demam Anak untuk Perawatan di Rumah oleh Orang Tua

Admin
30 Agu 2022
Dibaca : 1096x

Anak-anak cenderung lebih sering terkena diare. Ahli gastroenterologi Lauren Lazar menjelaskan diare terjadi ketika usus besar yang seharusnya menyerap banyak air gagal melakukan perannya sehingga feses mengandung banyak air.

Dalam laman WebMD dijelaskan bahwa diare adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan sebagian besar episode berlangsung beberapa hari hingga seminggu. Diare disertai demam, mual, muntah, kram, dehidrasi, bahkan ruam. Diare yang diikuti demam biasanya disebabkan infeksi rotavirus.

Kenaikan suhu tubuh bisa menjadi sebuah pertanda peringatan ada sesuatu yang masuk ke tubuh anak, tapi biasanya demam bukanlah suatu yang serius. Malahan, anak mengalami demam berarti imun tubuh bekerja seperti seharusnya dan berjuang melawan infeksi.

Meski begitu orang tua tetap merasa khawatir karena anak mengalami diare dan demam di waktu yang sama. Berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan orang tua pada anak yang mengalami diare dan demam di waktu yang sama.

  • Pastikan Anak Tetap Terhidrasi

Ketika anak sedang diare dan demam, biasanya selera makan pun bisa berkurang hingga hilang. Namun, di kondisi ini anak butuh untuk tetap terhidrasi dengan baik. Ketika anak mengalami diare, cairan di dalam tubuh dengan mudah berkurang. Oleh karena itu, dianjurkan memberi anak asupan minum

Usahakan berikan anak minum air putih, baik hangat maupun air suhu normal. Hindari memberikan minuman seperti soda atau jus ketika anak diare bisa memperburuk diare. Kebanyakan anak dengan diare ringan tidak membutuhkan minuman elektrolit, namun jika diare cukup berat berikan elektrolit pada anak.

  • Ukur Suhu Tubuh dan Kompresi

Ukur suhu tubuh anak dengan termometer dengan cara yang benar. Dilansir dari WebMD, ada beberapa cara mengukur suhu tubuh dengan termometer. Pertama melalui mulut, sebelum menggunakan bersihkan termometer dengan air dan sabun. Letakkan ujung termometer dimulut anak dan tunggu 3 menit hingga hasilnya muncul.

Cara kedua, melalui ketiak. Pastikan ujung termometer menyentuh kulit anak yang kering, tahan posisi tersebut selama 4 hingga 5 menit. Ukurlah suhu tubuh anak secara berkala setiap 4 hingga 6 jam. Kompres anak dengan air hangat sebagai bentuk usaha mengurangi panas anak, karena air hangat dapat menyerap panas tubuh dengan baik.

Untuk pemberian obat demam, anak bisa diberi obat demam seperti acetaminophen atau ibuprofen. Namun, sekali pun jangan pernah berikan anak aspirin. Pemberian aspirin telah dikaitkan dengan penyakit serius yang berpotensi fatal, yang disebut sindrom Reye.

  • Berikan Makanan Lembut dan Berserat

Ahli gastroenterologi, Lazar, mengungkapkan untuk bayi yang masih disusui, ASI tetap jadi pilihan utama karena ASI lebih bernutrisi dan mudah diserap. Untuk anak-anak, meskipun mereka kurang berselera makan, tetap coba berikan makanan berupa bubur, sup hangat. atau makanan kesukaan mereka. Pastikan tidak memberikan makanan pedas atau berminyak.

Serat ampuh untuk mengatur pergerakan usus dan berfungsi baik dalam keadaan sembelit dan diare. Makanan kaya serat tertentu dapat membantu memperlambat diare anak Anda. Makanan berserat tinggi yang dapat membantu diare meliputi: apel tanpa kulit, pisang, gandum, kacang polong, ubi jalar.

  • Jangan Tutupi Tubuh dengan Selimut

Pasangkan anak pakaian tipis dan tutupi tubuhnya dengan selimut yang tidak terlalu tebal. Mengutip dari Kids health, menggunakan pakaian tebal ketika demam akan menghambat suhu panas keluar dari tubuh dan memungkinkan suhu tubuh naik kembali

Terkadang anak terlihat gerah dan berkeringat sehingga orang tua mengelap tubuhnya dengan kain dan air hangat. Jangan pernah menggunakan atau mencampurkan sesuatu berkandungan alkohol ketika mengelap tubuh anak karena memungkinkan terjadinya keracunan.

Kapan Anak Dibawa ke Dokter?

Ketika diare anak menimbulkan gejala lain seperti diare lebih dari tiga hari, berdarah ketika buang air; dehidrasi, muntah, kelelahan, muncul ruam, sakit perut lebih dari dua jam, adalah saatnya orang tua membawa anak ke dokter. Untuk bayi di bawah 6 bulan segera bawa ke dokter ketika mengalami diare.

Demam juga menjadi gejala yang terjadi berbarengan dengan diare. Jika suhu tubuh anak terus meningkat melebihi 39 derajat celcius setelah di ukur beberapa kali dengan termometer dan tidak mereda setelah 24 jam, segera bawa ke konsultasi ke dokter.

Berita Terkait
Baca Juga:
Jasa Auto Share Facebook: Tingkatkan Engagement dalam Sekejap

Tips 23 Apr 2025

Jasa Auto Share Facebook: Tingkatkan Engagement dalam Sekejap

Dalam era digital saat ini, kehadiran di media sosial seperti Facebook sangat penting bagi individu maupun bisnis. Menciptakan konten yang menarik saja tidak

Google

Pendidikan 6 Apr 2025

Program Studi Pascasarjana Psikologi: Kurikulum dan Prospek Kerja

Program Studi Pascasarjana Psikologi di Indonesia menjadi salah satu bidang yang semakin menarik perhatian berbagai kalangan. Dengan berkembangnya pemahaman

education_image

Pendidikan 4 Nov 2025

Kuliah Pendidikan Bahasa Inggris S1 Kelas Karyawan Perbedaan Sastra dan Tingkat Kesulitan

Pendidikan Bahasa Inggris S1 merupakan salah satu program studi yang semakin diminati, terutama di tengah kebutuhan global akan kemampuan berbahasa Inggris

teknik_industri_s1_image

Pendidikan 24 Des 2025

Bagaimana kampus jurusan teknik industri mengintegrasikan nilai etika kerja bagi penerima beasiswa tahfidz 5 juz

Memasuki era transformasi digital pada tahun 2025, integrasi nilai etika kerja menjadi parameter krusial bagi calon insinyur profesional di Indonesia. Memilih

Perawatan Mudah Biar Sneakers Ga Gampang Rusak

Tips 14 Okt 2021

Perawatan Mudah Biar Sneakers Ga Gampang Rusak

Sepatu sneakers merupakan model sepatu yang sedang digandrungi para remaja. Sepatu ini membuat tampilan makin terlihat modis dan gaul. Beragam sepatu sneakers

Bank Soal SMP Online Gratis sebagai Alternatif Akses Belajar Inklusif bagi Siswa

Pendidikan 29 Jan 2026

Bank Soal SMP Online Gratis sebagai Alternatif Akses Belajar Inklusif bagi Siswa

Akses terhadap sumber belajar yang merata menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Tidak

RajaKomen
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2026
All rights reserved