RajaKomen
Inilah Etika Profesi Kefarmasian yang Harus Dipahami

Inilah Etika Profesi Kefarmasian yang Harus Dipahami

Admin
20 Jun 2024
Dibaca : 405x

Profesi farmasi atau apoteker adalah bagian penting di dunia pelayanan kesehatan. Apoteker membantu memastikan bahwa obat-obatan digunakan dengan cara yang paling aman dan efektif. Profesi ini berada di persimpangan antara kesehatan dan ritel, karena ada implikasi keuntungan yang diperoleh dari penjualan obat-obatan. Hal ini menimbulkan kemungkinan adanya komplikasi etika, sehingga dibutuhkan  pedomn yang kuat untuk mendasarkan keputusan yang menjunjung kewajiban moral dan kebajikan.

Etika adalah cabang filsafat yang membahas tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika farmasi adalah cabang etika yang membahas tentang nilai dan norma moral yang berlaku bagi profesi farmasi.

Secara umum, etika farmasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem nilai dan norma moral yang mengatur perilaku profesional apoteker dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Etika farmasi bertujuan untuk melindungi kepentingan pasien, profesi farmasi, dan masyarakat.

Profesi kefarmasian mencakup apoteker, asisten apoteker, dan tenaga teknis kefarmasian. Apoteker adalah tenaga kefarmasian yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas dan mendalam di bidang farmasi. Apoteker juga harus lulus ujian kompetensi dan memiliki lisensi untuk menjalankan profesinya.

Banyak orang yang mengira bahwa apoteker adalah tenaga medis, tetapi sebenarnya tidak. Apoteker dan tenaga medis adalah dua profesi yang berbeda, meskipun keduanya termasuk dalam kategori tenaga kesehatan. Perbedaan utama antara apoteker dan tenaga medis adalah bahwa tenaga medis memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi biomedis, seperti penyuntikan, sedangkan tenaga kefarmasian tidak Sebagai profesi, seorang Apoteker memiliki karakteristik :

  • Telah mengucapkan, menghayati dan senantiasa mentaati sumpah/janji dan Kode Etik Apoteker Indonesia.
  • Selalu memelihara kompetensi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi khusus dalam bidang kefarmasian.
  • Memahami dan memiliki seperangkat sikap yang mempengaruhi perilaku yang mementingkan klien, khususnya peduli terhadap kesehatan pasien.
  • Melaksanakan pekerjaan/praktik berdasarkan standar profesi, antara lain standar pelayanan dan sistem penjaminan mutu.
  • Mempunyai kewenangan profesi, sehingga untuk itu Apoteker harus bersedia memperoleh sanksi, sebagai konsekuensi dari hak mendapatkan surat izin kerja/praktik. Hal ini adalah untuk perlindungan terhadap hak klien.

Setidaknya ada empat prinsip-prinsip etika kefarmasian, yakni prinsip tanggung jawab, keadilan, otonomi, dan integritas moral. Berikut penjelasannya.

Prinsip tanggung jawab

Prinsip tanggung jawab adalah prinsip yang mengharuskan apoteker untuk bertindak secara profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan profesinya. 

Prinsip keadilan

Prinsip keadilan adalah prinsip yang mengharuskan apoteker untuk memberikan pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif kepada setiap penerima pelayanan

Prinsip otonomi

Prinsip otonomi adalah prinsip yang menghormati hak pasien untuk membuat keputusan sendiri tentang perawatan kesehatannya. Prinsip ini mengharuskan apoteker untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat kepada pasien, sehingga pasien dapat membuat keputusan yang tepat tentang perawatannya.

Prinsip integritas moral

Prinsip integritas moral adalah prinsip yang mengharuskan apoteker untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang berlaku. Prinsip ini mencakup kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

Keempat prinsip etika kefarmasian tersebut merupakan pedoman bagi apoteker dalam menjalankan tugas dan profesinya. Apoteker harus menjunjung tinggi keempat prinsip tersebut agar dapat memberikan pelayanan kefarmasian yang profesional dan berkualitas.

Pedoman etika harus mendasari setiap tindakan yang dilakukan apoteker sepanjang hari kerjanya, sedemikian rupa sehingga pengambilan keputusan etis menjadi kebiasaan apoteker dan keputusan yang optimal dibuat secara konsisten. Untuk berbagai informasi lainnya mengenai apoteker kunjungi https://pafipurwakartakota.org/.

Berita Terkait
Baca Juga:
Kenali  Beberapa Cara Merawat Tombol Starter Motor

Tips 14 Mei 2022

Kenali Beberapa Cara Merawat Tombol Starter Motor

 Tombol starter motor atau electric starter memiliki fungsi yang cukup penting, dan memudahkan untuk menghidupkan mesin hanya dengan menekan

Daftar Challenge Berbahaya di Media Sosial yang Mengancam Keselamatan Remaja

Sharing 14 Agu 2018

Daftar Challenge Berbahaya di Media Sosial yang Mengancam Keselamatan Remaja

Media sosial yang saat ini sedang booming dan sangat beragam tentu akan sangat menarik minat masyarakat termasuk para remaja untuk menggunakannya. Banyak

9:16 Berapa Pixel untuk Layar HP, Tablet, dan Monitor?

Tips 25 Maret 2025

9:16 Berapa Pixel untuk Layar HP, Tablet, dan Monitor?

Format 9:16 pixel semakin populer seiring dengan perkembangan teknologi dan media sosial, terutama untuk konten video. Banyak platform, termasuk YouTube,

Keuntungan berbisnis

Tips Sukses 7 Maret 2025

Dapatkan Keuntungan Maksimal dari Sosmed: Ikuti Tips Ini untuk Akun Bisnis Anda!

Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi salah satu platform terpenting untuk berbisnis. Dengan jutaan pengguna aktif di berbagai platform, sosmed

pesanten Al Masoem Bandung

2 Agu 2024

PPDB Al Masoem 2025: Tips Memanfaatkan Gelombang 1 untuk Biaya Lebih Terjangkau

PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Al Masoem 2025 telah dibuka, dan bagi para orangtua siswa yang mempertimbangkan pendidikan di sekolah Islam di Bandung, Al

Menanak Nasi Pulen dan Lembut ala Jepang Tanpa Rice Cooker

Sharing 30 Mei 2024

Menanak Nasi Pulen dan Lembut ala Jepang Tanpa Rice Cooker

Jika bicara tentang makanan, sepertinya kuliner Jepang menjadi salah satu favorit banyak orang di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu budaya yang mungkin

RajaKomen
Copyright © JalinKebersamaan.com 2025 - All rights reserved
Copyright © JalinKebersamaan.com 2025
All rights reserved